Menatap hari
esok
menunmbuhkan benih-benih
harapan-harapan cinta
yang diharapkan menjadi
memori tak terlupakan..
Sesuai dengan keadaan
Dunia tak layaknya
mendukung harapan,
tapi,Langit tiba-tiba
runtuh diatas bumi..
Meruntuhkan harapan
yang telah dirajut dengan
cinta di setiap rajutannya,
yang telah dikemas indah dengan
sentuhan jemari-jemari
hati yang lembut..
Tak Khayal, Lautan menumpahkan isinya,
merusuk dinginnya malam
ditengah kegelisahan jiwa..
Memaksa hati tulus ini,
melihat hari yang terlewatkan..
Rabu, 28 November 2012
Kamis, 22 November 2012
Sejarah Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan
Dimasa modern ini, peran pendidikan dan ilmu
pengetahuan manfaatnya makin dirasakan. Melalui pendidikan, manusia dapat memiliki
ilmu pengetahuan diberbagai bidang, yang memunculkan berbagai penemuan baru yang
bermanfaat, antara lain; Listrik oleh Thomas Alva Edison; Komputer yang
berkembang dari waktu ke waktu sampai saat ini, sangat membantu manusia
menyelesaikan tugasnya. terutama sejak dikembangkannya electronic digital computer sekitar tahun 1940 -1945. Tahun 1969, Neil
Amstrong dengan menggunakan pesawat ruang angkasa Apollo 11, merupakan manusia pertama
yang menjejakkan kaki di bulan. Saat ini, ada Stasiun Angkasa Luar, yang me mungkinkan
para astonot tinggal lebih lama, dan melakukan penelitian bersama-sama, yang hasilnya insyaAllah
bermafaat bagi manusia.
Sejarah mencatat, di abad pertengahan, saat
kekhalifahan Bani Umayyah di Andalusia (Jazirah
Iberia, Spanyol), Cordoba ibukota kekhalifahan tersebut menjadi pusat peradaban
dunia. Pada masa itu banyak pemuda pemuda Eropa yang belajar di perguruan
tinggi disana, menyerap berbagai ilmu, dan mengembangkannya lebih lanjut. Dalam
literatur Barat dikenal nama Avecina dan Averous yang sebenarnya pemikir besar Islam
bernama; Ibnu Sina dan Ibnu Rusyid.
Ilmu algebra atau (Arab: aljabar) awalnya
dikembangkan oleh pemikir pemikir Islam, banyak kata kata bahasa Inggeris
diserap dari bahasa Arab ; botani/nabati,
telephone/talifun, star/sitar.
Bukan hal yang mustahil, ilmu perbintangan/ilmu
falaq dikembangkan oleh pemikir pemikir Islam, yang membawa berkah bagi bangsa Indonesia, dengan dibawanya Islam oleh para
pedagang Islam yang berlayar dari daerah asalnya ke Samudra Pasai, Aceh. Hal
ini terbukti dengan temuan prasasti berupa pemakaman Islam bertarikh abad ke
13. Padahal Columbus baru memulai pelayaran sekitar tahun 1490-an dan tahun
1492 menemukan benua Amerika, yang disangkanya negeri Hindia, sehingga
menamakan penduduk setempat bangsa Indian.
Dalam bidang Ekonomi, 700 tahun sebelum Adam
Smith (yang dikenal sebagai Bapak Ilmu Ekonomi) menulis bukunya “The Wealth of Nations”, Abu Hamid Al
Ghazali telah membahas fungsi uang. Bahkan
dalam buku tersebut vol. 5, dijelaskan
bahwa perekonomian yang maju ketika itu adalah perekonomian Arab yang dipimpin
oleh Mahomet and his immediate successors.
Lebih ironis lagi judul buku Adam Smith ternyata terjemahan dari buku karangan
Abu Ubayd “Al Amwal”. Sayang sekali
kontribusi Islam dalam pemikiran ekonomi seakan hilang ditelan peradaban Barat,
sehingga tidak ditemukan buku buku sejarah pemikiran ekonomi Islam3.
Orang bijak mengatakan bahwa generasi muda
merupakan generasi penerus, dan karena masa depan suatu bangsa terletak pada
generasi muda. Tidaklah berlebihan jika dikatakan; pendidikan bagi generasi
muda (anak anak), merupakan suatu human investment (investasi kemanusiaan),
karena dengan menginvestasikan dana untuk pendidikan bagi generasi muda, akan diperoleh
return
(hasil) berupa generasi muda yang insyaAllah memiliki pendidikan dan kehidupan
yang lebih baik, namun tentunya yang lebih penting; generasi muda yang lebih
takwa kepada Allah swt.
Seorang pendidik mengatakan; Ibaratkan sebuah
buku, anak anak itu laksana “edisi perbaikan” dari orangtuanya4,
karena dengan memberikan pendidikan yang baik kepada anak anak, kehidupan anak
anak tersebut akan lebih baik daripada kita sebagai orang tua.
Memperhatikan manfaat pendidikan dan ilmu
pengetahuan tersebut, semua bangsa di dunia ini berlomba lomba meraih dan
mengembangkannya. Alfred Nobel seorang bangsa Swedia, penemu dinamit, sejak
puluhan tahun yang lalu memberikan Hadiah Nobel setiap tahun kepada para pemuncak
ilmu pengetahuan di bidang masing masing, disamping Hadiah Nobel untuk
perdamaian.
Pada tahun 1979 sejarah mencatat peraih Hadiah
Nobel bidang Fisika adalah; Prof, DR
Abdussalam, warganegara Pakistan. Beliau umat Muslim
pertama yang meraih Hadiah Nobel.
